Persentase Rumah Tangga Menurut Cara Memperoleh Air Minum >>Download

Aspek yang juga penting dalam penyediaan air minum bagi rumah tangga adlaah bagaimana rumah tangga memperoleh air minum, apakah membeli atau tidak membeli. Air minum yang dikategorikan membeli antara lain bersumber dari PAM/PDAM/BPAM, air kemasan, atau menyuruh orang lain mengambil dari sumber air dengan memberi upah. Termasuk dalam membeli juga jika sumber air sudah dikelola dengan sistem PAMSIMAS dimana rumah tangga pemakainya dikenai tarif bulanan sesuai volume air yang digunakan. Sedangkan yang dikategorikan sebagai tidak membeli adalah jika rumah tangga memperoleh air dengan usaha sendiri tanpa harus membayar.

XLSX

Persentase Rumah Tangga Menurut Jarak Sumber Air Minum Utama ke Penampungan Kotoran/Tinja >>Download

Syarat air bersih atau air terlindung selain dari sumber air nya juga perlu dilihat dari jarak sumber air minum dengan tempat penampungan tinja atau penampungan limbah terdekat. Tempat penampungan limbah terdekat dalam hal ini bukan hanya penampungan yang dimiliki rumah tangga bersangkutan namun jarak dengan penampungan limbah terdekat milik siapapun. Menurut Departemen Kesehatan, jarak antara sumber air minum dan penampungan limbah terdekat sebaiknya antara 10-15 meter dari air bersih agar air tidak tercemari.

XLSX

Persentase Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Utama >>Download

Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia, terutama untuk kebutuhan air minum dan memasak. Volume air yang dibutuhkan untuk kebutuhan minum dalam sehari sekitar 1,5 sampai dua liter per orang, belum kebutuhan untuk memasak dan lainnya. Selain memperhatikan ketersediaan air bersih untuk mencukupi kebutuhan, perlu diperhatikan juga faktor kebersihan dan kesehatan air yang digunakan. Air untuk konsumsi yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti diare dan cacingan.

XLSX

Persentase Rumah Tangga Menurut Sumber Penerangan Utama Bangunan Tempat Tinggal >>Download

Rumah yang baik harus memiliki fasilitas penerangan yang cukup, karena penerangan yang cukup mendukung kehidupan yang sehat dan kenyamanan dalam beraktifitas. Pada siang hari umumnya rumah tangga memanfaatkan cahaya dari sinar matahari sebagai sumber penerangan utama. Sedangkan pada malam hari, rumah tangga menggunakan berbagai alternative sumber penerangan seperti listrik, petromak ataupun obor. Sumber penerangan yang dicakup dalam publikasi ini adalah listrik dan bukan listrik. Listrik meliputi listrik yang bersumber dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan listrik non PLN seperti sumber penerangan dari aki, generator, pembangkit listrik tenaga surya yang tidak dikelola oleh PLN, dan pembangkit listrik tenaga air yang tidak dikelola oleh PLN. Sedangkan sumber penerangan bukan listrik meliputi penerangan dari petromak/lampu aladin, pelita/sentir/obor, dan lainnya

XLSX

Harapan Lama Sekolah (tahun) di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

Harapan Lama Sekolah (tahun) di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

Perkembangan Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

Perkembangan Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

Angka Melek Huruf Penduduk Umur 15 Tahun ke Atas Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

Angka Melek Huruf Penduduk Umur 15 Tahun ke Atas Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

Angka Partisipasi Murni Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

Angka Partisipasi Murni Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

Angka Partisipasi Kasar Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

Angka Partisipasi Kasar Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

APS Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017 >>Download

APS Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Di Kabupaten Magelang Tahun 2016-2017

XLS

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Pernah/Sedang Mengikuti Pendidikan Pra Sekolah >>Download

Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Pernah/Sedang Mengikuti Pendidikan Pra Sekolah Menurut Jenis Pendidikan Pra Sekolah di Kabupaten Magelang, 2016-2017

XLS

Persentase Penduduk Miskin yang Bersekolah dan Mendapatkan Bantuan Siswa Miskin 2015-2016 >>Download

Persentase Penduduk Miskin yang Bersekolah dan Mendapatkan Bantuan Siswa Miskin, 2015-2016

XLS

Persentase Penduduk Miskin Menurut Jaminan Kesehatan yang Dimiliki Tahun 2015-2017 >>Download

Persentase Penduduk Miskin Menurut Jaminan Kesehatan yang Dimiliki Tahun 2015-2017

XLS

Persentase Rumah Tangga Menurut Luas Lantai Bangunan Tempat Tinggal >>Download

Luas lantai rumah seringkali dianggap sebagai gambaran untuk menilai tingkat kemampuan sosial ekonomi masyarakat dan tingkat kesehatan penghuninya. Rumah dengan luas lantai yang besar menunjukkan dari sisi ekonomi lebih baik dibanding luas rumah yang kecil. Namun di daerah pedesaan luas rumah tidak berbanding lurus dengan kualitas bangunan dan fasilitas tempat tinggal yang dimilikinya. Masih banyak rumah yang cukup luas namun tidak diimbangi dengan kualitas tempat tinggal dan fasilitas tempat tinggal yang memadai. Seperti contohnya banyak rumah luas yang mempunyai dinding dari kayu kualitas rendah atau anyaman bambu dengan lantai masih berupa lantai tanah. Selain itu juga rumah tersebut tidak mempunyai fasilitas untuk buang air besar sendiri.

XLSX

Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Lantai Terluas Bangunan Tempat Tinggal >>Download

Lantai merupakan alas atau dasar dari suatu bangunan. Pemilihan jenis lantai yang digunakan menunjukkan tingkat kesejahteraan dan tingkat kesehatan suatu rumah tangga. lantai dari jenis bukan tanah dianggap lebih baik dari sisi kesehatan dibanding dengan lantai tanah. Bahkan rumah dari lantai tanah dianggap sebagai rumah tidak layak huni. Urutan yang paling baik untuk jenis lantai tempat tinggal menurut kualitasnya adalah lantai keramik/ marmer/ granit, ubin/tegel/teraso, semen/bata merah dan terakhir adalah papan/kayu atau bambu dan bahan lainnya.

XLSX

Persentase Rumah Tangga Miskin yang yang Menggunakan Jamban Sendiri atau Bersama Tahun 2015-2017 >>Download

Persentase Rumah Tangga Miskin yang yang Menggunakan Jamban Sendiri atau Bersama Tahun 2015-2017

XLS

Persentase Rumah Tangga Miskin yang Menggunakan Air Bersih Layak Konsumsi Tahun 2015-2017 >>Download

Persentase Rumah Tangga Miskin yang Menggunakan Air Bersih Layak Konsumsi Tahun 2015-2017

XLS

Persentase Balita Miskin yang mendapatkan Imunisasi Tahun 2015-2017 >>Download

Persentase Balita Miskin yang mendapatkan Imunisasi Tahun 2015-2017

XLS

Persentase Rumah Tinggal Menurut Jenis Atap Terluas Bangunan Tempat Tinggal >>Download

Atap merupakan bagain penting dari sebuah rumah karena atap berfungsi sebagai pelindung bagi penghuni rumah dari sengatan sinar matahari maupun hujan. Jenis atap yang digunakan oleh sebuah rumah tangga bergantung kepada kondisi geografis wilayah tempat tingga. Di daerah dataran tinggi banyak rumah yang menggunakan atap dari bahan seng karena dengan atap berbahan seng dapat menyimpan panas matahari lebih lama sehingga menghangatkan bagian dalam rumah. Di daerah dataran rendah, rumah tempat tinggal dan bangunan lainnya banyak menggunakan atap jenis genteng. Hal ini selain untuk mengurangi suhu panas dalam rumah, atap dengan jenis genteng mempunyai daya tahan yang lebih lama dibanding atas jenis lain. Jenis atap yang lain yang banyak digunakan karena biayanya lebih murah adalah atap dari bahan asbes

XLSX

Persentase Perempuan Miskin Umur 15-49 Tahun yang mengikuti Program KB Tahun 2015-2017 >>Download

Persentase Perempuan Miskin Umur 15-49 Tahun yang mengikuti Program KB Tahun 2015-2017

XLS